loader image
Gelar PIRAMIDA, Kapolsek Kalidawir Ajak Awak Media Turut Serta Wujudkan HarkamtibmasPerhutani Lawu Ds dan BRI Ujicoba Cashles untuk Penyadap Getah Pinus.Wamen BUMN Kunker ke Perhutani KPH Jombang Pastikan ATM Berjalan Efisien Hasil MaksimalKorban Pemerasan Oknum Polisi di Polres Trenggalek Tempuh Jalur Hukum Presiden Harus TauKorban Pemerasan Oknum Polisi di Polres Trenggalek Tempuh Jalur Hukum
banner 728x250

Unit PPA Satreskrim Polres Tulungagung Tangkap Pria Yang Tega Setubuhi Calon Anak Tiri

Unit PPA Satreskrim Polres Tulungagung Tangkap Pria Yang Tega Setubuhi Calon Anak Tiri

banner 468x60

TULUNGAGUNG.AZMEDIA.CO.ID – Malang nian nasib CYA (15), bagaimana tidak, gadis belia asal Tulungagung yang seharusnya dilindungi, malah menjadi korban pencabulan oleh SH (35), yang merupakan calon ayah tirinya sendiri (kekasih sang ibu).

Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nenny Sasongko, SH menyampaikan, korban sudah beberapa kali dipaksa menuruti nafsu bejat sang calon ayah tiri terhitung sejak bulan Mei 2020 hingga bulan Februari 2022 (2 tahun).

banner 325x300

“Korban terpaksa memenuhi keinginan calon ayah tirinya tersebut, karena takut dengan ancaman dari pelaku. Selain itu, pelaku juga merayu akan menikahi korban jika sampai hamil,” terang Iptu Nenny, Kamis (24/03/2022).

Perlakuan pelaku terhadap korban, akhirnya sampai ditelinga sang ibu yang saat ini tengah bekerja sebagai TKW di Hongkong. Sang ibu akhirnya menelepon saudaranya untuk menanyakan perihal tersebut secara langsung terhadap korban.

“Korban yang sehari – hari tinggal bersama bibinya, membenarkan apa yang dialaminya. Sehingga, tanpa menunggu waktu lagi, keluarga korban melaporkan perbuatan pelaku ke Unit PPA Satreskrim Polres Tulungagung,” lanjut Iptu Nenny.

Pada hari Senin, tanggal 21 Maret 2022 sekitar pukul 09.30 WIB, Unit PPA Satreskrim Polres Tulungagung meringkus pelaku di rumahnya. Saat di interograsi, pelaku mengakui perbuatannya yang telah berhubungan badan dengan korban. Atas perbuatannya, pelaku terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun.

“Pelaku akan dijerat dengan Pasal 76 D Jo pasal 81 ayat(1)(2) UURI No 23 Tahun 2002 sebagai mana di ubah dengan dengan UURI. No 35 Tahun 2014 sebagai mana di ubah dengan UURI No 17 Tahun 2016 tentang Penetatan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang No 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang Undang No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang- Undang,” pungkas Iptu Nenny Sasongko (Parno)

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.