loader image
Polrestabes Surabaya bersama Pemkot Akan Bangun Rumah Pendekar dan SuporterPolres Kediri Berhasil Mengamankan 15 Tersangka Penganiayaan Antar Perguruan SilatBeri Penghormatan Terakhir, Kapolres Tulungagung Pimpin Upacara Pemakaman Ps Kanit Reskrim Polsek CampurdaratKapolres Tulungagung : PIRAMIDA, Ajang Komunikasi Koordinasi dan Kolaborasi Kepolisian dengan Awak MediaJalin Silaturahmi, Kapolres Jajaran Polda Banten Kunjungi Makorem 064/MY, Darem; Rumahku Adalah Rumahmu
banner 728x250

Pasca KDRT yang Mengakibatkan Istri Meninggal Dunia, T Suami Korban Ditangkap Polsek Rejotangan

Pasca KDRT yang Mengakibatkan Istri Meninggal Dunia, T Suami Korban Ditangkap Polsek Rejotangan

banner 468x60

TULUNGAGUNG.AZMEDIA.CO.ID – Setelah pisah ranjang hingga 15 tahun, tidak membuat pasangan T dan R membaik. Pada Selasa (29/03/2022) sekitar pukul 19.30 WIB, menjadi puncak percekcokan suami istri (pasutri) tersebut.

Selain pisah ranjang, pasutri asal Dusun Krajan, Desa Tenggong, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung tersebut, juga pisah rumah.

banner 325x300

Percekcokan pasutri tersebut, terkait sebidang tanah yang akan dibagi 2 untuk kedua anaknya oleh T.

Kapolsek Rejotangan AKP Hery Purwanto, SH melalui Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nenny Sasongko mengatakan, awalnya, pelaku penganiayaan berinisial T yang tidak lain adalah suami korban, mendatangi rumah korban untuk meminta tanda tangan surat persetujuan terkait pembagian tanah tersebut.

“Namun korban enggan untuk menandatangani surat persetujuan tersebut. Sehingga, terjadi percekcokan keduanya. Karena amarah yang tidak terkendali, T menarik korban hingga teras rumah,” ucapnya.

Karena tarikan pelaku, korban yang terjatuh dengan posisi miring, hingga kepalanya membentur lantai.

Akibat kejadian tersebut, akhirnya korban meninggal dunia di lokasi.

Tak berselang lama, Unit Reskrim Polsek Rejotangan yang mendapatkan informasi tersebut, segera mendatangi lokasi dan menangkap pelakunya.

Tim Inafis Polres Tulungagung turut serta hadir, guna melakukan olah TKP dan juga untuk mengevakuasi korban ke rumah sakit.

Tentunya, hal ini akan menjadi penyesalan bagi T yang kini telah berusia 70 tahun.

“Atas perbuatannya yang membuat korban meninggal dunia, pelaku akan dijerat dengan Pasal 44 ayat 3 Jo pasal 5 huruf a UU Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT),” pungkas Iptu Nenny Sasongko (Parno)

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.