loader image
Jelang Laga Arema FC vs Persebaya,Polres Malang Gelar Forum Silaturahmi bersama StakeholderPolda Jatim Tandatangani Perjanjian Kerjasama dengan PT Pos IndonesiaSenyum Bahagia Penyandang Difabel saat Bertemu Kapolres MojokertoKunker Spesifik Komisi III DPR RI ke Polda Jatim, Wakil Ketua Komisi III Adies Kadir Apresiasi Program-program Polda JatimGelar PIRAMIDA, Kapolsek Kalidawir Ajak Awak Media Turut Serta Wujudkan Harkamtibmas
banner 728x250

Melalui Siaran Radio, Panit Binmas Polsek Tulungagung Kota Sosialisasikan Penanganan PMK

Melalui Siaran Radio, Panit Binmas Polsek Tulungagung Kota Sosialisasikan Penanganan PMK

banner 468x60

TULUNGAGUNG.AZMEDIA.CO.ID – Polres Tulungagung terus mensosialisasikan penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak khususnya bagi para peternak. Selain mendatangi langsung sentra pasar hewan dan mendatangi peternak, petugas juga melakukan edukasi melalui siaran radio.

Panit Binmas Polsek Tulungagung Kota, Polres Tulungagung Iptu Purwanto menggelar sosialisasi edukasi PMK di salah satu Studio Radio FM di Tulungagung.

banner 325x300

“Bersama stasiun Radio Cahaya FM untuk mensosialisasikan Kembali tentang penanganan penyakit mulut dan kuku yang menjangkiti hewan ternak. Hal ini dilakukan agar masyarakat atau para peternak mengetahui cara penanganan dan memahami apa yang harus dilakukan saat mengetahui indikasi hewan ternak yang terserang PMK,” Kapolsek Tulungagung Kota Kompol Ernawan, SH., Rabu (13/07/2022).

Kapolsek mengatakan, gejala PMK yang menyerang hewan ternak antara lain, suhu tinggi, mulut berlendir, hedung melepuh, nafsu makan berkurang, kaki pincang, luka pada celah kuku dan nafas memburu.

Jika mengetahui hal tersebut, langkah awal yang bisa dilakukan adalah segera lakukan pemisahan hewan ternak yang sakit dengan yang sehat, gunakan APD saat memegang hewan yang sedang sakit untuk menghindari penularan pada hewan ternak yang sehat.

Selain itu, lakukan proses desinfeksi mandiri pada kandang serta menjaga kebersihan hewan ternak serta segera menghubungi mantri atau dokter hewan terdekat untuk penanganan lebih lanjut. Jika proses pengobatan tidak berhasil, atas rekomendasi mantri atau dokter hewan dapat dilakukan pemotongan paksa. Sedangkan hewan yang yang mati dikuburkan lalu disiram cairan disinfektan.

Hewan ternak tidak boleh keluar atau masuk dari dan ke daerah wabah. Jika terpaksa harus membawa surat keterangan sehat dari dinas peternakan setempat.

Lebih lanjut Kapolsek mengatakan, tidak hanya sosialisasi tentang PMK, dalam siaran radio itu juga di sampaikan Himbauan Kamtibmas.

“Mudah mudahan melalui siaran radio, masyarakat dapat menerima informasi tentang penanganan PMK pada hewan ternak dan juga ikut membantu dalam memelihara Kamtibmas”, pungkas Kompol Ernawan. (Hms)

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.