loader image
Polrestabes Surabaya bersama Pemkot Akan Bangun Rumah Pendekar dan SuporterPolres Kediri Berhasil Mengamankan 15 Tersangka Penganiayaan Antar Perguruan SilatBeri Penghormatan Terakhir, Kapolres Tulungagung Pimpin Upacara Pemakaman Ps Kanit Reskrim Polsek CampurdaratKapolres Tulungagung : PIRAMIDA, Ajang Komunikasi Koordinasi dan Kolaborasi Kepolisian dengan Awak MediaJalin Silaturahmi, Kapolres Jajaran Polda Banten Kunjungi Makorem 064/MY, Darem; Rumahku Adalah Rumahmu
banner 728x250

Gabungan (LSM) Kediri Bersatu menunjukkan komitmen, kembali menggelar aksi demo di Balai Kota Kediri

banner 468x60

KEDIRI, AZMEDIA.CO.ID – Tindakan yang di lakukan oleh kepala dinas pendidikan kota kediri,yang diduga telah ikut serta membantu mendamaikan serta menyembunyikan sebuah tindakan asusila yakni pencabulan yang dilakukakan oleh oknum guru sekolah dasar (SD) disalah satu SD ternama di Kota Kediri berbuntut panjang. Aliansi Kediri Bersatu menunjukkan komitmen, kembali menggelar aksi di Balai Kota Kediri, Rabu (03/08/22).

terdapat tiga tuntutan disampaikan kepada Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, yaitu mencopot Siswanto dari Kepala Dinas Pendidikan, melakukan mutasi terhadap Sumedi dari jabatan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) karena telah lama mennjabat dan mempertanyakan anggaran terkait Kota Layak Anak.

banner 325x300

Dengan menampilkan kelompok kuda lumping Mayangkara Original, aliansi LSM terdiri Saroja, Gerak dan Gelora membawa puluhan massa dan didukung sound system. mereka pun mendesak Wali Kota agar mengambil sikap tegas atas kasus pencabulan terhadap siswi disalah satu SD favorit di Kota Kediri. “Kediri adalah kota layak anak, namun kenapa kasus-kasus predator masih ada bahkan terkesan dilindungi,”serta mememinta wali kota kediri untuk membubarkan Dp3Ap2kb untuk di bubarkan saja karna sudah menghambur hamburkan anggaran negara,karna seharusnya kasus yang harus di tangani oleh Dp3Ap2kb malah mendapat laporan dari LPA.sehingga kita duga Dp3ap2kb tidak bekerja.” ucap Ketua DPC Gerak, Arif Fatikunada.

Penegasan juga disampaikan Supriyo mewakili Saroja, bahwa kenapa justru Lembaga Perlindungan Anak (LPA) yang melaporkan kasus ini ke Polres Kediri Kota. “Seharusnya LPA dan DP3AP2KB turut bertanggung jawab atas kejadian ini. Bila kejadian telah berjalan setahun lebih, terus apa yang selama ini mereka lakukan? Kami pertanyakan anggaran yang dipergunakan mereka dengan dalih mewujudkan Kota Layak Anak,ini kasus pencabulan kok malah di damaikan,dimana hati nuraninya” ungkap Supriyo.

Perwakilan aksi diterima Ferry Jatmiko, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, didampingi Kasatpol PP Eko Lukmono dan Kepala Kesbangpolinmas, Bagus Hermawan Apriyanto. Harapan disampaikan, dikatakan Ferry Jatmiko langsung disampaikan kepada wali kota. Dia pun juga memberikan apresiasi atas bentuk dukungan aliansi LSM dalam mengawal kota layak anak di Kota Kediri. “Aksi ini murni demi menjaga Kota Kediri dan bukan karena pesanan sponsor atau titipan, saya sampaikan terima kasih,” ucapnya.

Diketahui bersama, atas kerja keras jajaran Satreskrim akhirnya oknum guru IM kini telah diamankan atas ulahnya melakukan pencabulan terhadap siswinya. Sempat dinon-aktifkan dan ditarikan ke Dinas Pendidikan. Kemudian sejak 20 Juli lalu, wali kota kediri menyatakan bahwa oknum tersebut telah dipecat dari ASN.dan 29 juli pelaku pencabulan telah di amankan oleh polres kediri kota serta di tetapkan sebagai tersangka.(Wondo)

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.