loader image
Polrestabes Surabaya bersama Pemkot Akan Bangun Rumah Pendekar dan SuporterPolres Kediri Berhasil Mengamankan 15 Tersangka Penganiayaan Antar Perguruan SilatBeri Penghormatan Terakhir, Kapolres Tulungagung Pimpin Upacara Pemakaman Ps Kanit Reskrim Polsek CampurdaratKapolres Tulungagung : PIRAMIDA, Ajang Komunikasi Koordinasi dan Kolaborasi Kepolisian dengan Awak MediaJalin Silaturahmi, Kapolres Jajaran Polda Banten Kunjungi Makorem 064/MY, Darem; Rumahku Adalah Rumahmu
banner 728x250

11 Agustus 1966, Perjanjian Damai Malaysia – Indonesia

banner 468x60

AZMEDIA.CO.ID – Pada tahun 1966 Perjanjian Perdamaian Malaysia-Indonesia ditandatangani di Istana Merdeka, Jakarta, Indonesia. Perjanjian ini membuka babak baru dalam persahabatan dan persaudaraan antara dua negara tetangga yang memiliki hubungan erat selama berabad-abad.

Pada upacara tersebut, Federasi Malaysia diwakili oleh Wakil Perdana Menteri, Tun Abdul Razak sementara Republik Indonesia diwakili oleh Tun Adam Malik, yang juga Menteri Luar Negeri Indonesia. Perjanjian ini, yang merupakan perpanjangan dari konferensi perdamaian yang diselenggarakan oleh Kerajaan Thailand, dibuat sebagai upaya untuk mengakhiri sengketa antara kedua negara karena adanya perbedaan pendapat tentang berdirinya Malaysia.

banner 325x300

Delegasi dari Malaysia ini tiba di Jakarta pada tanggal 10 Agustus 1966 dan disambut baik oleh masyarakat Indonesia. Upaya rekonsiliasi ini merupakan upaya dan kerjasama kedua negara yang berasal dari kelompok yang sama.

Kedua belah pihak telah mendiskusikan dan menyetujui keempat klausa yang terdapat dalam Perjanjian. Klausa-klausa itu adalah:

1. Federasi Malaysia sepakat untuk menyelesaikan masalah antara kedua negara dengan kesempatan bagi rakyat Sabah dan Sarawak yang terlibat untuk memilih secara demokratis untuk menentukan posisi mereka.

2. Pemerintah Republik Indonesia dan Malaysia sepakat untuk melanjutkan hubungan diplomatis dan bertukar diplomat antara kedua negara sesegera mungkin.

Tidak ada apa-apa? Pemerintah Republik Indonesia dan Malaysia sepakat untuk mengakhiri secara langsung permusuhan antara satu sama lain.

4. Perjanjian Perdamaian ini mulai berlaku pada tanggal ditandatangani.

Sebagai hasil dari perjanjian ini, pada 12 Agustus 1966 delegasi persaudaraan dari Republik Indonesia yang dipimpin oleh Tun Adam Malik mengunjungi Malaysia.

Rombongannya disambut hangat oleh warga Malaysia. Ini melambangkan kemenangan dan persahabatan kedua negara. (*)

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.